Senin, 08 Juni 2026

 


SensorNewsMedia.Id. Krisis moneter 1997 sehingga 1 dolar menyentuh Rp 16.500 di pertengahan Juni 1998 disebabkan oleh para spekulan mata uang. Krisis Bath di Thailand berdampak ke rupiah, peso dan ringgit.


Cadangan Devisa kita saat itu US$ 21 Miliar (setara 5 bulan impor) digelontorkan untuk menahan pelemahan rupiah.

Pada 21 Juli sampai 23 Juli 1997, BI intervensi dengan melepas US$ 1,2 Miliar dilanjutkan 6 Agustus melepas US$ 650 juta, lanjut 14 Agustus 1997 US$ 500 juta, tapi gagal menguatkan rupiah. Para spekulan sangat bringas saat itu. Apakabar cadangan devisa kita saat ini, yg sepertinya anteng2 aja, membiarkan rupiah terus melemah?


Kalau masalah pelemahan rupiah saat 1997 dimainkan para spekulan, maka saat ini pelemahan rupiah dominan disebabkan kebijakan pemerintah yang nggak jelas. Kehilangan Kepercayaan sehingga rupiah blunder.


Saat itu Thailand memperkuat ekspor untuk mendapatkan devisa besar guna menguatkan Bath, kalau saat ini Pemerintah malah mempersulit ekspor dgn hadirnya DSI yg akan berpotensi mendukung pelemahan rupiah.


Tabik

0 komentar:

Posting Komentar

Ketua LBH Laskar NKRI Provinsi Banten Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Anggotanya

  SensorNewsMedia.Id - Kabupaten Tangerang.  Banten  – Ketua LBH Laskar NKRI Provinsi Banten, Kharisma J. Surbakti, S.H., M.M., CLA., C.Med....