SensorNewsMedia.Id - Jakarta, 24 Juni 2026, Ketua Komite Pemuda DPP Federasi Transportasi Industri dan Angkutan (FTIA), Abel Husein Lubis, mengkritik kebijakan pemerintah terkait penerapan potongan aplikasi sebesar 8 persen pada layanan transportasi online yang saat ini hanya diberlakukan bagi pengemudi roda dua (R2).
Menurut Abel, kebijakan tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai asas keadilan bagi seluruh mitra pengemudi transportasi berbasis aplikasi. Pasalnya, pengemudi roda empat (R4) juga merupakan bagian dari ekosistem transportasi online yang bekerja melalui platform digital yang sama, seperti Grab dan Gojek.
"Kami mempertanyakan mengapa kebijakan potongan aplikasi 8 persen hanya berlaku bagi pengemudi roda dua. Sementara pengemudi roda empat yang sama-sama berbasis online dan sama-sama bergantung pada aplikasi justru belum mendapatkan perlakuan yang setara," ujar Abel dalam keterangannya.
Abel menilai bahwa pengemudi roda empat bahkan memiliki beban operasional yang lebih tinggi dibandingkan roda dua. Selain biaya bahan bakar, mereka juga harus menanggung biaya perawatan kendaraan, pajak, asuransi, hingga cicilan kendaraan yang tidak sedikit.
"Jika tujuan pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi online, maka kebijakan tersebut seharusnya berlaku secara menyeluruh. Jangan sampai muncul kesan adanya perlakuan berbeda terhadap sesama pekerja transportasi digital," tegasnya.
FTIA meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut dan membuka ruang dialog dengan perwakilan pengemudi roda empat agar tercipta regulasi yang lebih adil dan berimbang.
Menurut Abel, seluruh mitra pengemudi, baik roda dua maupun roda empat, telah berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital nasional. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut pendapatan pengemudi harus mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak secara proporsional.
"Keadilan tidak boleh hanya dirasakan oleh satu kelompok. Pengemudi roda empat juga berhak mendapatkan perlindungan dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka. Pemerintah harus memastikan bahwa seluruh mitra transportasi online memperoleh kesempatan yang sama," kata Abel.
FTIA berharap pemerintah segera meninjau kembali skema potongan aplikasi dan menyusun kebijakan yang mencakup seluruh pengemudi transportasi online, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial maupun ketimpangan di lapangan.
"Kami mendukung upaya peningkatan kesejahteraan pengemudi online. Namun, kebijakan tersebut harus berlaku adil bagi roda dua maupun roda empat karena keduanya sama-sama menjadi bagian dari transportasi berbasis aplikasi di Indonesia," tutup Abel Husein Lubis.

0 komentar:
Posting Komentar