SensorNewsMedia.Id - Sejumlah masyarakat berusaha menyiasati kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter yang diberlakukan Pertamina mulai Rabu (10/6/2026) dengan berbagai cara.
Di Kota Bandung dan Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur masyarakat menyiasatinya dengan mengganti kebiasaan membeli Pertamax ke Pertalite.
Di Bandung, sejumlah pemilik mobil mengurus barcode kendaraan agar bisa beralih membeli BBM Pertalite demi menekan biaya bahan bakar.
Rusli, pengurus di SPBU Pertamina 34.402.01 Jalan Soekarno-Hatta Nomor 651, Kota Bandung mengatakan, sejumlah konsumen yang mulai mempertimbangkan beralih dari Pertamax ke Pertalite.
"Ada beberapa warga yang tadinya menggunakan Pertamax, sekarang mau beralih ke Pertalite. Tadi sekalian mendaftarkan barcode untuk kendaraan roda empat supaya bisa mengisi Pertalite," ungkapnya.
Ia juga melihat adanya perubahan antrean di area pengisian BBM. Jalur pengisian Pertamax terlihat lebih lengang dibanding biasanya, sementara jumlah kendaraan di antrean Pertalite mulai bertambah.
"Kalau dilihat secara kasat mata, antrean di Pertamax berkurang. Sementara di Pertalite justru mulai lebih ramai," katanya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan menyikapi kenaikan harga BBM.
"Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Harga BBM memang mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan tentu sudah melalui pertimbangan pemerintah," ujar Rusli.
Kepala SPBU di Mohamad Ramdan, Kasno mengatakan sebagian masyarakat masih belum mengetahui adanya penyesuaian harga karena pemberlakuannya dilakukan tepat pada pukul 00.00 WIB.
"Kemungkinan masih banyak yang belum tahu karena perubahan harga dilakukan tengah malam. Tadi ada beberapa pelanggan yang terlihat kaget saat mengetahui harga terbaru," ujarnya.
"Pasokan aman. Penjualan juga masih normal, belum ada peningkatan signifikan," imbuhnya.
Ia tidak menampik kemungkinan perpindahan konsumen ke Pertalite akan terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring masyarakat mulai menyesuaikan pengeluaran mereka.
"Kemungkinan bisa jadi ada yang beralih ke Pertalite," ucapnya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan menyikapi kenaikan harga BBM.
DI Bojonegoro, Jawa Timur, kenaikan harga Pertamax RON 92 disikapi dengan migrasi pembelian BBM oleh pengguna kendaraan pribadi ke BBM bersubsidi Pertalite.
Pengelola SPBU Syirkah Amanah Balen, Zainul Fuad, membenarkan adanya fenomena pergeseran konsumsi tersebut. Pada hari pertama penerapan harga baru, banyak pelanggan yang biasanya rutin mengisi Pertamax kini mengantre di jalur Pertalite.
0 komentar:
Posting Komentar