Selasa, 16 Juni 2026

Tuntut Evaluasi Kebijakan Ekonomi, Ini 6 Poin Kritik Mahasiswa untuk Pemerintah Prabowo

 


SensorNewsMedia.Id - Jakarta. Aksi mahasiswa kembali digelar di Jakarta, kali ini oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK). Sama seperti aksi sebelumnya pekan lalu, dalam demonstrasi kali ini para mahasiswa juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto, salah satunya penghentian program Makan Bergizi Gratis atau MBG.


Seperti disiarkan Kompas TV, pada sore hari Senin (15/6), ratusan mahasiswa UBK bergerak menuju kawasan Patung Kuda di Jakarta Pusat untuk menyampaikan aspirasinya. Pergerakan mahasiswa terlihat terhenti oleh barisan polisi yang mencegah mereka bergerak terlalu jauh.


Terlihat juga dalam barisan mahasiswa Muhammadiyah Jakarta dan mahasiswa MH Thamrin. Rencananya, menurut laporan di lapangan oleh media lokal, mahasiswa dari Universitas Pamulang juga akan turut bergabung.

Dalam pernyataannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan kepolisian mengerahkan "6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat".

"Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi," kata Kombes Budi, seperti dikutip dari media resmi Polda Metro Jaya.

Aksi diperkirakan berlangsung di beberapa lokasi denga konsentrasi massa terbesar berada di depan Gedung DPR/MPR RI. Selain itu, massa juga direncanakan berkumpul di kawasan Bundaran HI, Silang Monas Selatan, dan Gedung BGN RI.

Kombes Budi menegaskan, seluruh personel yang bertugas telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam melakukan pengamanan.

Menurut laporan Tempo, beberapa kampus di luar Jakarta juga menggelar aksi yang sama, dia antaranya di Medan yang digelar oleh BEM Universitas Sumatera Utara, di Semarang oleh Himpunan Mahasiswa Islam cabang Semarang atau di Palembang yang digawangi para mahasiswa UIN Raden Fatah.


ENAM TUNTUTAN

Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, M Abdi Maludin, mengatakan, aksi tersebut diperkirakan diikuti oleh 200 peserta dari gabungan BEM fakultas-fakultas di UBK. Dalam pernyataannya, mereka menyuarakan enam tuntutan, yaitu:

  1. Mendesak pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
  2. Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang (UU) Kepolisian RI.
  3. Menghentikan praktik militerisme dan menegakkan supremasi sipil.
  4. Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
  5. Memenuhi hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
  6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat.

Tuntutan ini serupa dengan lima tuntutan dalam aksi protes akhir pekan lalu yang diikuti oleh para mahasiswa Universitas Indonesia (UI).

Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menyatakan, mereka tidak ikut dalam aksi protes kali ini karena masih melakukan evaluasi terhadap demonstrasi yang mereka lakukan pekan lalu, seperti diberitakan Detik.

Sebelumnya pada Jumat (12/6), aksi protes mahasiswa menerima hadangan dari polisi dan TNI ketika massa berupaya bergerak ke Bundaran HI dengan cara long march dari kawasan Semanggi. Mereka tertahan di Dukuh Atas setelah dibarikade aparat.

Aksi sempat memanas dengan aksi dorong antara aparat dan mahasiswa, sebelum akhirnya mereda dan berakhir setelah tujuh jam, atau sekitar pukul 21.00 WIB Jumat itu, seperti dilaporkan Antara.

Menjelang aksi protes Senin, Polda Metro Jaya mengimbau peserta aksi agar tidak mudah terprovokasi, tidak membawa benda-benda berbahaya, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Peserta aksi juga diminta menjaga fasilitas umum, menghormati hak pengguna jalan lainnya, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Kami berharap seluruh peserta aksi dapat menyampaikan pendapat secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Mari bersama-sama menjaga suasana Jakarta tetap aman dan kondusif," kata Kombes Budi.

0 komentar:

Posting Komentar

Menyoal Dewan Pengawas RS

SensorNewsMedia.Id. Disahkannya UU no. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan mengamanatkan Enam Pilar Transformasi Layanan Kesehatan, yang salah ...