SensorNewsMedia.Id - Tangerang. Ironis. Di tengah gencarnya program bedah rumah, masih ada 8 jiwa di Kabupaten Tangerang yang terpaksa tinggal di rumah hampir ambruk.
Rumah milik *Bapak Mad Rokib*, 45, di Kp. Cinibung RT 02 RW 04 No. 53, Desa Karangharja, Kecamatan Cisoka, kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.
Berdasarkan pantauan _SENSOR NEWS_ di lokasi, Rabu (12/8), atap rumah terbuat dari rangka kayu dan bambu yang sudah lapuk. Cahaya matahari tembus dari sela-sela genteng yang bolong. Dinding rumah sebagian batako tanpa plester dan sebagian lagi papan lapuk. *Lantai rumah masih berupa tanah becek.*
"Kalau hujan deras, air masuk semua. Takut roboh, apalagi di sini ada anak kecil. Sudah hampir ambruk ini rumah," kata Bapak Mad Rokib dengan nada khawatir.
Rumah berukuran sekitar 4x6 meter itu dihuni oleh *8 jiwa*. Dengan pekerjaan sebagai _Buruh Harian Lepas_, penghasilan Bapak Mad Rokib hanya cukup untuk makan sehari-hari.
"Rumah tersebut dalam kondisi tidak layak huni dan sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa agar segera mendapat perhatian," ujar salah satu warga setempat kepada wartawan _SENSOR NEWS_.
Warga mendesak _Pemerintah Desa Karangharja_ dan _Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinsos dan DPRKP_ agar segera melakukan verifikasi dan memberikan bantuan _RTLH/Bedah Rumah_ kepada keluarga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga Bapak Mad Rokib masih bertahan di rumah yang rawan ambruk tersebut.
*"Kami hanya bisa pasrah. Semoga ada bantuan,"* ujar Mad Rokib kepada wartawan _SENSOR NEWS Kabupaten Tangerang_.
*Red: fadli*
_SENSOR NEWS Kabupaten Tangerang_
0 komentar:
Posting Komentar