SensorNewsMedia - Jakarta. Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.
Rakernas mengusung tema “Bangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi dan Ekonomi Global” dan akan diisi dengan sidang komisi, evaluasi program kerja, serta konsolidasi 13 federasi afiliasi untuk merumuskan arah perjuangan buruh.
1. Pembuka: Wamenaker RI Dr. Ir. Afriansyah Noor, M.Si., IPU.
2. Tuan Rumah: Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban, Ketua MPO KSBSI Dr. Rekson Silaban, Ketua Panitia Rasmina Pakpahan
3. Tamu Undangan : Ketua Umum APINDO Sinta Widjaja Kamdani, Direktur ILO untuk Indonesia & Timor Leste Simrin Singh, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Dedi Harianto, Dirut Keuangan BPJS, Ketua K2N Ema, Ketua Hubungan Internasional KSBSI Martua Raja Siregar, LBH KSBSI, jajaran Kaperwi.
4.Peserta: Pimpinan Daerah dan anggota KSBSI dari 20 provinsi di Indonesia.
Acara digelar mulai 26 Agustus sampai 28 Agustus 2026 selama 3 hari.
Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta.
1. Merumuskan strategi meningkatkan daya saing buruh menghadapi digitalisasi, otomatisasi, dan ekonomi hijau
2. Mengevaluasi program kerja KSBSI dan mengkonsolidasikan 13 federasi afiliasi
3. Mendorong lahirnya UU baru pelindung pekerja
4. Membuka ruang dialog terkait RUU Ketenagakerjaan antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja
Acara dibuka dengan parade tari-tarian. Dalam sambutannya, Wamenaker menegaskan kemerdekaan harus diisi kerja nyata: pekerjaan layak, perlindungan pekerja, peningkatan produktivitas, dan kesempatan berkembang.
Ia menekankan peran serikat pekerja sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.
Wamenaker juga memastikan pemerintah membuka ruang dialog untuk RUU Ketenagakerjaan dan meminta aksi 27 Agustus disampaikan secara santun dengan semangat "Maju industrinya, sejahtera pekerjanya"
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyatakan kebanggaannya atas kehadiran peserta dari 20 provinsi dan menegaskan KSBSI punya kekuatan bersama untuk memperjuangkan hak buruh.
Ketua MPO Dr. Rekson Silaban menyebut saat ini momentum strategis untuk lahirnya UU baru pelindung pekerja.
Sementara Ketua Umum APINDO Sinta Widjaja Kamdani mengajak menjaga semangat dialog agar pengusaha dan buruh bisa berjalan searah.
Peran Serikat Pekerja menjadi sangat strategis. Tidak hanya memperjuangkan hak, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam membangun SDM unggul dan berdaya saing" Wamenaker Afriansyah Noor*
"Kami tidak terkotak-kotak. Kami memiliki power yang sangat kuat untuk memastikan perjuangan buruh"Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI.
(Shd)


0 komentar:
Posting Komentar