Jumat, 29 Mei 2026

Dugaan Penipuan Umrah Oleh Hanania Travel, Ribuan Orang Gagal Berangkat Ke Tanah Suci

 


SensorNewsMedia.Id - Jakarta. Dugaan penipuan perjalanan umrah kembali mencuat setelah Hanania Travel dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan estimasi kerugian jemaah mencapai Rp60 miliar.

Laporan tersebut diajukan sejumlah calon jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci meski telah melunasi biaya perjalanan sesuai jadwal yang dijanjikan.

Ribuan calon jemaah dari berbagai kloter itu dilaporkan kehilangan uang tabungan mereka yang lenyap begitu saja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana yang melibatkan pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF).

“Benar, Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait dugaan penipuan perjalanan umrah yang diduga melibatkan pihak Hanania Travel pada tanggal 28 Mei 2026,” tutur Budi, dikutip Kompas.com, Kamis (28/5).

Menurut dia, pelapor berinisial NN mengaku mengalami kerugian setelah menyetorkan dana keberangkatan umrah namun tidak kunjung diberangkatkan oleh penyelenggara.

Penyidik saat ini menelusuri dugaan pelanggaran Pasal 492, Pasal 486, dan atau Pasal 607 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal-pasal tersebut mengatur pidana pencurian, penggelapan, dan pencucian uang.

JEMAAH SEBUT DANA SUDAH LUNAS

Salah seorang korban sekaligus perwakilan jemaah, Joko, menyebut, para calon jemaah mulai curiga karena keberangkatan yang dijanjikan tidak kunjung terlaksana meski pembayaran telah dilakukan penuh.

Ia mengaku telah membayar sekitar Rp60 juta untuk paket umrah, sementara sebagian jemaah lain disebut telah menyetor ratusan juta rupiah untuk keberangkatan keluarga.

“Memang kita jemaah merasa ada yang janggal atas proses pemberangkatan umrah yang harusnya sudah terjadi. Karena rata-rata teman-teman sudah lunas, tapi prosesnya masih enggak jelas,” katanya.

Menurut Joko, persoalan tersebut mulai terungkap saat proses mediasi dengan Ahmad Syah Farhan.

Dalam pertemuan itu, Farhan disebut mengakui perusahaan mengalami masalah keuangan yang telah berlangsung sejak 2025.

“Di 2025 dia sudah masalah internal finansial. Overhead gua terlalu tinggi, katanya,” ungkap Joko.

“Mungkin marketing mereka hire influencer, kasih promo free, meng-upgrade orang, jor-joran,” imbuhnya. 

Meski menghadapi tekanan keuangan, Hanania Travel tetap membuka penjualan paket umrah pada 2026.

Joko menduga sebagian dana yang masuk dari jemaah baru digunakan untuk menutup kekurangan keuangan yang telah terjadi sebelumnya.

“Jadi, dari uang jemaah yang masuk, keuntungannya dia split ke kekurangan yang sudah terjadi,” ujarnya.

JANJI REFUND TAK BERJALAN

Sebelum laporan polisi dibuat, Hanania Travel sempat mengikuti mediasi yang difasilitasi Kementerian Haji pada pertengahan April 2026.

Dalam mediasi tersebut, perusahaan menjanjikan pengembalian dana jemaah kloter Syawal dalam tiga tahap, yakni 30 persen pada Mei, 40 persen pada Juni, dan 30 persen pada Juli.

Ahmad Syah Farhan juga sempat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para jemaah yang terdampak.

“Kami selaku owner dari Hanania Group, ingin mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh jemaah Syawal yang terdampak,” ucap Farhan dalam video yang diunggah akun @hananiagroup.id pada 13 April 2026.

Namun, menjelang jatuh tempo termin pertama pada 29 Mei, Farhan menyatakan tidak mampu memenuhi jadwal pengembalian dana tersebut.

Menurut Joko, Farhan kemudian menawarkan skema pelunasan selama dua tahun dengan alasan perusahaan tidak lagi memiliki aset yang cukup.

Tidak tercapainya kesepakatan membuat para jemaah akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.

Sebelum persoalan ini mencuat, Hanania Travel dikenal luas di kalangan jemaah melalui promosi dari mulut ke mulut, ulasan positif pelanggan, serta promosi dari sejumlah influencer media sosial.

Paket umrah yang ditawarkan juga tergolong kompetitif, berkisar Rp30 juta hingga Rp35 juta per orang dengan tambahan wisata transit di Dubai.

0 komentar:

Posting Komentar

MELALUI PROGRAM DTDA, FSB KIKES KSBSI JALIN KEMITRAAN STRATEGIS GUNA PERKUAT HUBUNGAN INDUSTRIAL

SensorNewsMedia.Id - Sebagai wujud nyata penguatan kapasitas, dialog sosial dan hubungan industrial. DPC FSB KIKES KSBSI Tangerang Raya suk...