SensorNewsMedia.Id, Pidato Presiden Prabowo yang meremehkan pelemahan rupiah yang sudah dalam, memberikan kesan ketidakberpihakan Presiden kepada nasib masyarakat Indonesia termasuk nasib buruh dan keluarganya.
Seluruh rakyat termasuk masyarakat di desa akan terdampak dgn pelemahan rupiah krn harga barang naik krn banyak industri yg masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri, yg butuh dolar utk membelinya, agar produksi bisa tetap berjalan.
Daya beli masyarakat menurun krn harga naik, upah riil buruh menurun sehingga kesejahteraan buruh menurun.
Perusahaan yg tdk mampu mengatasi masalah cash flow nya krn pelemahan rupiah akan mengurangi pekerja, terjadi PHK yg lebih besar.
Aktivis SP/SB diam tentang hal ini, tidak mau mengkritisi kondisi saat ini. Diundang seremonial dengan memberikan tepuk tangan kepada pidato yg hanya menyudutkan orang2 yg memberi masukan untuk perbaikan bangsa.
Jabatan demi jabatan diberikan kepada aktivis buruh, undangan seremonial dimana mana, sebentar lg dikirim ke Jeneva utk menghadiri ILC adalah upaya untuk meredam buruh yang memang saat ini terancam daya belinya, terancam upah riilnya, terancam diPHK, yg akhirnya menjadi miskin.
Tabik

0 komentar:
Posting Komentar