 |
Foto : Kapal-kapal terlihat mengantre di Selat Hormuz 4 Mei 2026
|
SensorNewsMedia.Id. Setidaknya 36 kapal pengangkut barang melintasi Selat Hormuz pada Senin (22/6/2026). Ini merupakan sebuah rekor terbanyak sejak dimulainya perang Timur Tengah pada akhir Februari, menurut data dari perusahaan pelacak maritim Kpler.
Dikutip dari AFP, Selasa (23/6/2026), pelayaran tersebut mewakili hampir sepertiga dari lalu lintas normal sebelum perang, sekitar 120 pelayaran per hari. Selat Hormuz biasanya dilalui sekitar seperlima dari ekspor minyak dan gas dunia.
Jumlah total penyeberangan pada Senin diperkirakan akan meningkat lebih lanjut karena kapal-kapal terdeteksi lebih lambat oleh pelacak maritim.
Sebelum kesepakatan, kurang dari 10 kapal melintas
Lalu lintas komoditas melalui selat tersebut meliputi kapal tanker yang membawa minyak, gas alam cair, dan barang curah kering seperti pupuk.
Jumlah kapal itu sedikit meningkat setelah Washington dan Teheran mencapai nota kesepahaman pekan lalu untuk mengakhiri perang.
Sebelum perjanjian 14 Juni, kurang dari 10 kapal komoditas melewati Selat Hormuz setiap hari sejak jalur tersebut ditutup oleh Iran pada 1 Maret sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel.
Sejak 15 Juni, angka rata-rata telah naik menjadi 21 dan bahkan mencapai 27 selama lima hari terakhir.
"Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional," kata kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf selama negosiasi di Swiss, seperti dilaporkan media pemerintah pada Selasa.
Apakah Iran akan mengelola jalur vital tersebut tetap menjadi salah satu pertanyaan kunci dalam pembicaraan yang dijadwalkan selama dua bulan ke depan.
Kesepakatan AS-Iran
Kedua pihak menyepakati peta jalan menuju perjanjian permanen dalam waktu 60 hari pada pembicaraan di Swiss.
Mereka juga menyepakati mekanisme untuk mengakhiri pertempuran di Lebanon antara Israel dan Hizbullah, serta membuka jalur komunikasi untuk membantu memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz.
Sebagai langkah yang direncanakan berdasarkan kesepakatan untuk memberikan bantuan ekonomi kepada Iran, Departemen Keuangan AS mengumumkan pencabutan sanksi hingga 21 Agustus.
Hal ini memungkinkan Teheran untuk menjual minyak dan produk terkait serta menerima pembayaran untuk produk tersebut.
Para pejabat melaporkan adanya jeda berkelanjutan dalam pertempuran di Lebanon di bawah kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan di seluruh wilayah tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar