pendiri DPP BAGINDA Ever mudumi S.sos menilai langkah tersebut merupakan bukti nyata bahwa pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden membuka ruang dialog yang sehat, demokratis, dan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
Menurut Ever mudumi S.sos dipanggilnya beberapa perwakilan massa aksi untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung merupakan bentuk penghormatan pemerintah terhadap suara mahasiswa sebagai bagian dari elemen penting dalam pembangunan bangsa.tegas ever mudumi
"sebagai pendiri DPP BAGINDA mengapresiasi langkah pemerintah yang menerima perwakilan mahasiswa untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan. Ini membuktikan bahwa Presiden dan Wakil Presiden tidak anti kritik, melainkan membuka ruang komunikasi dan dialog yang konstruktif demi kemajuan Indonesia," ujar pernyataan resmi pendiri BAGINDA.
penasehat DPP BAGINDA juga menilai bahwa momen tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah pemerintahan Indonesia, karena untuk pertama kalinya seorang Wakil Presiden menerima secara langsung mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi dalam aksi demonstrasi.
Langkah ini diharapkan menjadi budaya politik baru yang mengedepankan musyawarah, dialog, dan penyelesaian berbagai persoalan bangsa melalui komunikasi yang terbuka, bukan melalui konfrontasi, tegas ever
DPP BAGINDA juga mengajak seluruh elemen mahasiswa agar tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan mengedepankan penyampaian pendapat yang santun, berlandaskan data, serta tetap menghormati aturan hukum yang berlaku.
"Pemerintah dan mahasiswa sejatinya memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, ruang dialog seperti ini harus terus dipertahankan dan diperkuat sebagai bentuk kedewasaan berdemokrasi," tutup pendiri DPP BAGINDA.(HFN)

0 komentar:
Posting Komentar