SensorNewsMedia. Aksi yang semula murni untuk menuntut keadilan ketenagakerjaan ini justru diwarnai oleh dugaan intimidasi dari pihak luar.
Ketegangan ini bermula dari kebijakan manajemen perusahaan yang memicu perlawanan dari para pekerja.
Buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Aneka Industri (SBAI) menggelar mogok kerja massal untuk memprotes Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 13 orang anggotanya.
Pihak buruh menilai PHK tersebut dilakukan secara sepihak tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, perusahaan dianggap telah melanggar kesepakatan tertulis yang pernah dibuat pada saat aksi mogok kerja sebelumnya.
Situasi di lapangan semakin tidak kondusif saat aksi memasuki hari kedua.
Di tengah aksi mogok, perusahaan diduga diam-diam tetap menjalankan aktivitas produksi dengan cara merekrut dan mempekerjakan tenaga kerja baru dari luar serikat (non-SBAI) untuk menggantikan buruh yang sedang mogok.
Saat sejumlah buruh mempertanyakan dan memprotes kebijakan pengerahan pekerja pengganti tersebut, mereka mengaku didatangi oleh sejumlah oknum TNI.
Oknum tersebut disebut-sebut mencari tahu alamat salah satu peserta aksi dan melontarkan ucapan yang bernada ancaman.
Merasa terancam dengan intervensi oknum berseragam tersebut, para buruh tidak tinggal diam dan langsung melapor ke eselon yang lebih tinggi.
Laporan buruh langsung direspons oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat Federasi Buruh Transportasi dan Pekerja Indonesia (DPP-FBTPI).
Mereka bergegas menemui oknum TNI yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi.
Meski sempat diwarnai adu mulut dan cekcok antara pengurus serikat dengan oknum tersebut, situasi akhirnya berhasil diredam.
Permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan setelah sang oknum TNI menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pihak buruh.
Insiden ini menjadi sorotan terkait bagaimana prosedur penanganan konflik industrial seharusnya diselesaikan melalui jalur tripartit (perusahaan, buruh, dan pemerintah), tanpa harus melibatkan dugaan intervensi aparatur keamanan di luar kewenangannya.
#TNI #Prabowo #Buruh
0 komentar:
Posting Komentar