SensorNewsMedia.Id - Jakarta. Hubungan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan ekonom senior Ferry Latuhihin kian memanas. Hal ini dipicu oleh kiriman surat dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada Ferry terkait kewajiban pajak kepemilikan sejumlah mobil mewah.
Menanggapi hal tersebut, Menkeu Purbaya mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal dugaan pengiriman "surat cinta" pajak itu. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Ferry yang melabeli sang menteri sebagai pembohong.
Purbaya: Kalau Tidak Berdosa, Tidak Masalah
Saat dikonfirmasi awak media di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026), Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak tahu-menahu mengenai surat panggilan pajak yang diterima Ferry. Purbaya menduga ada kemungkinan Ferry melakukan kesalahan dalam pelaporan data pajaknya.
“Saya enggak tahu [surat] itu. Mungkin Pak Ferry melakukan kesalahan pajak. Saya enggak tahu itu. Kalau enggak berdosa ya enggak masalah harusnya,” ujar Purbaya. Ia menambahkan bahwa jika Ferry memang tidak memiliki mobil mewah yang dimaksud, maka tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.
Ferry Latuhihin: Purbaya Ingin Balas Dendam
Mendengar pembelaan Purbaya, Ferry Latuhihin langsung bereaksi keras. Ekonom yang dikenal vokal ini secara blak-blakan menuduh Menkeu telah melakukan kebohongan publik.
"Tukang bohong itu Purbaya," cetus Ferry saat dihubungi.
Ferry meyakini bahwa surat pemeriksaan pajak tersebut merupakan bentuk intimidasi dan aksi balas dendam Purbaya atas kritik-kritik tajam yang sering ia lontarkan. Melalui kanal YouTube miliknya, Ferry menjelaskan bahwa dirinya sudah memperkirakan akan menjadi target operasi pajak.
"Saya sudah perkirakan Purbaya ingin membalas dendam kepada saya karena saya sangat kritis sekali terhadap beliau," kata Ferry.
Menyeret Para Podcaster
Indikasi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) ini, menurut Ferry, semakin kuat setelah beberapa pemilik siniar (podcaster) yang pernah mengundangnya juga ikut dikirimi surat oleh DJP.
Beberapa nama besar seperti Hendri Satrio, Akbar Faizal, hingga Rhenald Kasali dikabarkan ikut dipertanyakan oleh kantor pajak mengenai nilai honorarium yang mereka bayarkan kepada Ferry sebagai narasumber.
“Tamu-tamu yang lain tidak dipertanyakan oleh pajak, cuma saya saja. Berarti benar dugaan saya Purbaya ingin membalas dendam kepada saya lewat pajak,” pungkas Ferry.
Sampai berita ini diturunkan, perseteruan kedua tokoh ekonomi tersebut masih menjadi sorotan publik dan belum ada rilis resmi lanjutan dari pihak Direktorat Jenderal Pajak terkait keabsahan data kepemilikan mobil mewah tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar