Selasa, 04 Agustus 2026

Jatuh ke Jurang Punggung Naga, 2 Pendaki Gunung Piramid Ditemukan Tewas



SensorNewsMedia.Id - Bondowoso. Tragedi mematikan kembali terjadi di jalur pendakian ekstrem Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Dua orang pendaki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam jurang di kawasan yang dikenal sebagai jalur "Punggung Naga".
Tim SAR gabungan berhasil menemukan koordinat lokasi kedua korban pada Selasa malam, 4 Agustus 2026. Namun, karena kondisi medan yang sangat terjal dan visibilitas yang minim di malam hari, proses pengangkatan jenazah baru bisa dimaksimalkan pada Rabu pagi.
Kronologi Kejadian dan Penemuan Korban
Peristiwa ini bermula ketika kedua pendaki dilaporkan hilang kontak oleh pihak keluarga sejak Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan pengecekan awal, petugas menemukan sepeda motor milik korban masih terparkir di area pos bawah (basecamp).
Tim SAR yang melakukan penyisiran di sepanjang rute pendakian akhirnya menemukan tanda-tanda patahan ranting dan barang bawaan korban yang merosot ke arah jurang. Setelah dilakukan pemantauan ke bawah tebing, kedua jenazah ditemukan tergeletak di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 60 hingga 80 meter, tepat di bawah jalur sempit Punggung Naga.
Jalur Ekstrem Punggung Naga
Jalur Punggung Naga Gunung Piramid memang terkenal sebagai salah satu rute pendakian paling berbahaya di Indonesia. Jalur setapak ini memiliki karakteristik yang sangat ekstrem:
  • Lebar Sangat Sempit: Hanya berkisar antara 40 hingga 60 sentimeter.
  • Kiri-Kanan Jurang: Sisi kanan dan kiri jalur langsung berhadapan dengan tebing curam dan jurang dalam tanpa pembatas.
  • Kemiringan Curam: Menuntut konsentrasi tinggi dan kondisi fisik yang prima karena embusan angin kencang sering kali mengganggu keseimbangan pendaki.
Evakuasi Menggunakan Teknik Khusus
Komandan Tim Rescue Pos SAR menyatakan bahwa proses evakuasi membutuhkan waktu yang cukup lama dan kehati-hatian tinggi. Tim di lapangan harus menerapkan teknik High Angle Rescue Technique (HART) menggunakan sistem tali-temali untuk mengangkat jenazah dari dasar jurang ke atas jalur setapak secara bergantian.
Setelah berhasil diangkat, kedua jenazah pendaki langsung dibawa menuju RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso menggunakan ambulans untuk dilakukan proses visum dan identifikasi lebih lanjut oleh Tim Inafis Polres Bondowoso, sebelum akhirnya diserahterimakan kepada pihak keluarga.
Imbauan Tegas Kepolisian
Menanggapi peristiwa tragis ini, Kapolres Bondowoso kembali mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat dan para pencinta alam. Pihak kepolisian menegaskan bahwa Gunung Piramid bukanlah jalur pendakian resmi yang dibuka untuk umum karena risiko keselamatannya yang terlalu tinggi. Pendaki diminta untuk menghormati larangan setempat demi mencegah terulangnya korban jiwa di masa mendatang.

0 komentar:

Posting Komentar

Kapolres Asahan Pimpin Apel Kehormatan HUT Ke- 81 RI di TMP Kota Kisaran Asahan

  SensorNewsMedia.Id - Asahan.  Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 81 kemerdekaan republik Indonesia tahun 2016 , polres asahan bersama ...