Jumat, 07 Agustus 2026

Pasang Wajah Berharap Dikasihani, Lurah Desa Tobat Menangis Minta Maaf ke Warga Usai Bongkar Masjid

 

Foto : Wajah Lurah Arogan Desa Tobat Yg Nekat Bongkar Mesjid,dan Berakhir Minta Maaf (Tengah Peci Hitam)

SensorNewsMedia.Id - Tangerang. Gelombang kemarahan umat Islam dan warga Kampung Tegal Jaya, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang akhirnya memaksa Kepala Desa (Kades) Tobat, Endang Suherman, untuk tunduk dan mengakui kesalahannya. Setelah nekat meratakan bangunan Masjid Jami Nurul Tijaroh (Masjid Nuruttijaroh) eks Terminal Sentiong menggunakan alat berat, Kades Endang akhirnya "tobat" dan menyampaikan permohonan maaf terbuka langsung di hadapan Pjs Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

Dalam rekaman video klarifikasi yang beredar luas di media sosial, gestur sang kades mendadak berubah drastis. Jika sebelumnya ia terlihat tegas saat mengerahkan ekskavator untuk merobohkan rumah ibadah bersejarah tersebut, kali ini Endang tampak layu. Dengan wajah memelas penuh harap agar dikasihani warga, air matanya tumpah saat mencoba meredam amarah masyarakat luas.
Wajah Pelaku Yang Nekat Membongkar Mesjid (Tengah)


Menangis Terbata-bata di Depan Bupati
Proses mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang berlangsung penuh tekanan. Duduk berdampingan dengan Bupati Maesyal Rasyid, Kades Endang Suherman tidak mampu menyembunyikan rasa bersalahnya setelah menuai kecaman keras dari berbagai ormas Islam dan jamaah masjid.

Sembari terisak dan menyeka air mata, ia menyampaikan penyesalan terdalamnya atas aksi sepihak yang luluh lantak tersebut.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Tangerang, khususnya warga Kecamatan Balaraja, atas kekhilafan dalam proses penataan masjid ini," ujar Endang Suherman dengan suara bergetar. Sorot matanya yang lesu seolah memohon belas kasihan agar dirinya terhindar dari jerat hukum dan sanksi sosial yang lebih berat.

Alasan Pembongkaran dan Protes Keras Warga
Aksi meratakan Masjid Jami Nurul Tijaroh menggunakan alat berat ini sebelumnya dinilai warga sebagai bentuk pelecehan terhadap rumah ibadah. Masjid tersebut diketahui telah berdiri sejak 7 Mei 1995 dan mengantongi izin resmi Tanda Daftar Rumah Ibadah dari Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.

Warga dan jamaah sangat menyayangkan pembongkaran yang dilakukan tanpa menyediakan tempat ibadah pengganti terlebih dahulu, sehingga membuat masyarakat terlantar saat hendak menunaikan salat.

Di sisi lain, pihak Pemerintah Desa Tobat berdalih bahwa pembongkaran tersebut bukan bertujuan untuk merusak, melainkan bagian dari rencana penataan ulang agar bangunan rumah ibadah menjadi lebih megah dan representatif.

Janji Wakaf Tanah 2.000 Meter Persegi
Demi menebus kekhilafannya dan membuktikan janji "tobatnya", Kades Endang berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab atas pembangunan kembali fasilitas ibadah umat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, ia mengumumkan langkah konkret untuk meredam kemarahan warga:
  • Wakaf Lahan Baru: Pemdes Tobat secara resmi mewakafkan tanah milik desa seluas 2.000 hingga 2.300 meter persegi di wilayah Desa Tobat untuk lokasi masjid baru.
  • Pembangunan Ulang: Pihak desa berkomitmen mengawal pembangunan kembali fisik masjid agar menjadi bangunan yang jauh lebih layak.
  • Pengawasan Ketat: Proses pembangunan akan diawasi langsung oleh tokoh agama dan Pemkab Tangerang demi memastikan tidak ada penelantaran kegiatan ibadah warga.
Meski wajah melas dan tangisan sang kades telah tersampaikan, warga Kampung Tegal Jaya menegaskan bahwa mereka tidak akan begitu saja terlena dengan air mata. Masyarakat sipil dan ormas keagamaan menyatakan akan terus mengawal janji pembangunan ulang tersebut sampai struktur fisik Masjid Jami Nurul Tijaroh kembali berdiri kokoh.

0 komentar:

Posting Komentar

Kapolres Asahan Pimpin Apel Kehormatan HUT Ke- 81 RI di TMP Kota Kisaran Asahan

  SensorNewsMedia.Id - Asahan.  Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 81 kemerdekaan republik Indonesia tahun 2016 , polres asahan bersama ...