SensorNewsMedia.Id - Banten. Seni Debus Banten bukan sekadar pertunjukan keberanian. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, tradisi, disiplin, kebersamaan, dan warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Salah satu tokoh yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pelestarian tradisi tersebut adalah KH Haji Astari, guru besar sekaligus pengurus Perguruan Debus Banten. Kiprahnya menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi seni Debus agar tetap dikenal dan dihormati oleh masyarakat.
Kepercayaan yang diberikan kepada KH Haji Astari sebagai Panglima Kasultanan Banten juga menjadi simbol tanggung jawab dalam menjaga marwah, tradisi, serta nilai-nilai budaya Banten.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan tokoh-tokoh budaya seperti KH Haji Astari menjadi penting. Debus tidak semestinya dipandang hanya dari sisi atraksi ekstrem, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Banten yang memiliki sejarah panjang.
“Debus adalah warisan budaya. Tugas kita bukan hanya mempertontonkan keberanian, tetapi menjaga nilai, tradisi, dan kehormatan budaya Banten agar tetap hidup di tengah generasi muda,” menjadi semangat yang relevan dalam pelestarian Debus.
Dengan ketekunan para pelaku seni, perguruan Debus, tokoh masyarakat, dan generasi muda, Debus Banten diharapkan semakin dikenal luas sebagai kekayaan budaya Indonesia, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi hingga nasional dan internasional.
KH Haji Astari dan para pelaku Debus Banten terus membawa pesan penting: tradisi boleh berkembang mengikuti zaman, tetapi jati diri dan marwah budaya jangan sampai hilang.
DEBUS BANTEN — BERANI, BERBUDAYA, DAN BERJATI DIRI.


0 komentar:
Posting Komentar