Kamis, 01 Oktober 2026

Memaknai Hari Kesaktian Pancasila di Tengah Masyarakat yang Terbelah

OPINI



Oleh: S. Sitanggang

_Mahasiswa Hukum Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru_


SensorNewsMedia.Id. Setiap tanggal 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bukan sekadar upacara seremonial, hari ini adalah pengingat bahwa ideologi bangsa kita pernah diuji, pernah ingin diruntuhkan, namun tetap berdiri kokoh.


Sejarah mencatat peristiwa kelam G30S/PKI 1965. Di sanalah kesaktian Pancasila diuji. Para pahlawan revolusi gugur untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Maka kata "sakti" bukan berarti mistis, melainkan teruji dan terbukti mampu mempersatukan bangsa.


Lalu, apa relevansinya hari ini di Perawang, di Tualang, di tengah masyarakat kita?


Ironisnya, saat ini Pancasila tidak lagi diserang dengan senjata, tetapi dengan perilaku kita sendiri.


Pancasila diserang ketika:


Sila ke-2 Kemanusiaan, kita lihat masih ada warga yang sulit mendapat pelayanan di kantor desa, sulit mendapat keadilan di kantor polisi. Kemanusiaan yang adil dan beradab harusnya tercermin dari pelayanan yang cepat dan adil, bukan lambat dan tebang pilih.

Sila ke-3 Persatuan,kita mudah terpecah hanya karena beda pilihan politik, beda suku, beda status sosial di media sosial. Kita lupa bahwa kita adalah satu.


Sila ke-5 Keadilan, ketika hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, di situlah keadilan sosial dipertanyakan.


Sebagai mahasiswa hukum, saya melihat Hari Kesaktian Pancasila jangan hanya dimaknai dengan menghapal lima silanya. Tetapi bagaimana kita menghidupkannya.


Memaknai Pancasila di tengah masyarakat adalah dengan cara sederhana: 

Jangan mempersulit urusan orang lain di kantor pelayanan, jujur dalam berdagang, tidak menyebar hoax yang memecah belah, dan berani membela tetangga yang tertindas.


Pancasila tidak butuh disakralkan dalam baliho besar. Pancasila butuh dipraktikkan dalam tindakan kecil sehari-hari.


Jika tidak, maka kita hanya memperingati kesaktiannya, tapi kita sendiri yang membuatnya tidak sakti lagi.


Hidup Pancasila!

Sejahtera Negeriku tercinta.

0 komentar:

Posting Komentar

40 Tahun Tak Diperbaiki Ruas Jalan Provinsi di Desa Silo Baru Asahan Hancur Hancuran Bahkan Nyaris Putus

  SensorNewsMedia.Id - Asahan. Sekira 40 tahun tanpa ada perbaikan kondisi ruas jalan provinsi di Desa Silo Baru Kecamatan Silaulaut Kabupat...